
PANGANDARAN – Kabupaten Pangandaran memperingati hari jadinya yang ke-13 dengan kemeriahan berbagai kegiatan sepanjang bulan Oktober 2025. Perayaan kali ini mengusung tema “Pangandaran Melesat, Masyarakat Maju Pesat”, mencerminkan semangat percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata bersama jajaran Forkopimda membuka rangkaian acara dengan menyerukan semangat kebersamaan. Ia menyampaikan bahwa Milangkala bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi dan kolaborasi menuju Pangandaran yang lebih maju.
“Melalui Milangkala ini kita ingin menunjukkan bahwa Pangandaran bukan hanya indah secara alam, tapi juga kaya nilai budaya dan semangat gotong royong,” ujar Bupati Jeje dalam sambutannya.
Berbagai kegiatan olahraga, seni, budaya, dan keagamaan digelar di berbagai titik, melibatkan ribuan warga dari 10 kecamatan. Berikut susunan acara lengkapnya:
| Tanggal | Kegiatan | Lokasi |
|---|---|---|
| 1–2 Oktober 2025 | Lomba Tenis Meja | GOR Yos Rosbi, Pangandaran |
| 6–19 Oktober 2025 | Turnamen Sepak Bola antar-kecamatan | Lapangan Babakan, Pangandaran |
| 13 Oktober 2025 (08.00 WIB) | Lomba “PesisiRUN” dan Gerakan Pangan Murah | Pantai Batukaras, Cijulang |
| 13–17 Oktober 2025 | Lomba Bola Voli | GOR Yos Rosbi |
| 14 Oktober 2025 | Lomba Vocal Group | Aula RSUD Pandega |
| 14–15 Oktober 2025 | Lomba Kasti Putri | Alun-alun Parigi |
| 15 Oktober 2025 | Lomba Senam Posyandu | Alun-alun Paamprokan |
| 16 Oktober 2025 | Festival Olahraga Tradisional | Alun-alun Parigi |
| 17 Oktober 2025 | Pagelaran Angklung & Ronggeng Amen | Alun-alun Paamprokan |
| 18 Oktober 2025 | Lomba Mewarnai Anak & Fashion Show Go-Green | Alun-alun Paamprokan |
| 20 Oktober 2025 (Pagi) | Karnaval Budaya “Pangandaranval Nature 13” | Kawasan Pantai Barat Pangandaran |
| 22 Oktober 2025 | Upacara Hari Santri Nasional, Ziarah Ulama, Musabaqah Qiraatul Kutub | Alun-alun Parigi & Lapang Taruna Cijulang |
| 23 Oktober 2025 | Istighosah Akbar & Pangandaran Bershalawat | Lapang Taruna Cijulang |
| 24 Oktober 2025 (Malam Puncak) | Malam Puncak Milangkala ke-13: hiburan rakyat, bazar UMKM, pelayanan publik | Alun-alun Paamprokan |
| 25 Oktober 2025 (Upacara Hari Jadi) | Upacara Resmi Hari Jadi ke-13 Kabupaten Pangandaran, prosesi Ngarak Pataka, kunjungan masyarakat | Alun-alun Parigi |
Acara yang paling ditunggu-tunggu masyarakat dan wisatawan adalah Karnaval Budaya “Pangandaranval Nature 13” di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Sebanyak 93 desa dari 10 kecamatan tampil menawan dalam parade bertema lingkungan dengan kostum dari bahan daur ulang, janur kelapa, bambu, dan jerami. Peserta menampilkan kreativitas tinggi yang memadukan unsur tradisi, seni, dan pesan pelestarian alam.
Karnaval ini menjadi magnet wisata dan ajang unjuk potensi budaya, sekaligus memperkuat citra Pangandaran sebagai kabupaten pariwisata yang berwawasan lingkungan.
Sementara itu, ajang PesisiRUN di Pantai Batukaras menyedot ribuan peserta dari masyarakat umum, pelajar, hingga ASN. Lomba lari di pesisir pantai ini menjadi simbol energi muda dan gaya hidup sehat, sekaligus sarana promosi wisata alam Pangandaran.
Beragam kegiatan seni dan budaya seperti pagelaran angklung, ronggeng, wayang golek, lomba mewarnai, dan fashion show ramah lingkungan turut memperkuat identitas kearifan lokal yang tetap relevan dengan isu pelestarian lingkungan.
Malam puncak Milangkala digelar 24 Oktober 2025 di Alun-alun Paamprokan, menampilkan hiburan rakyat, bazar UMKM, serta pelayanan publik. Ribuan warga hadir menikmati pesta rakyat yang menjadi bagian utama dari perayaan ini.
Keesokan harinya, 25 Oktober 2025, digelar Upacara Resmi Hari Jadi Kabupaten Pangandaran di Alun-alun Parigi. Acara dihadiri oleh Bupati, Forkopimda, tokoh masyarakat, pelajar, dan warga dari berbagai kecamatan. Prosesi sakral Ngarak Pataka menjadi simbol perjalanan 13 tahun berdirinya Kabupaten Pangandaran.
Perayaan Milangkala ke-13 menjadi pesta rakyat terbesar tahun ini di Pangandaran. Seluruh elemen masyarakat — mulai dari pelajar, komunitas budaya, aparatur pemerintahan, hingga wisatawan — turut memeriahkan setiap rangkaian kegiatan.
Ajang ini juga menjadi ruang promosi bagi UMKM lokal, dengan kehadiran bazar dan pameran produk khas daerah. Pemerintah berharap semangat kebersamaan ini mampu memperkuat ekonomi lokal, melestarikan budaya, dan meningkatkan daya tarik wisata Pangandaran di tingkat nasional.